Humor si Bujang

debat-si-bujang

Bujang pernah bekerja sebagai wartawan namun ia sering dimarahi oleh redakturnya karena selalu gagal mewawancarai narasumber.

……………”Buat apa juga kau ke kantor jika nggak ada berita ?” Omel sang Atasan kepada Bujang. “Ingat-ingat perintah saya ! Jika  saya memerintahkan sesuatu kepadamu, maka siapkan juga alternatifnya jika terjadi kegagalan. Mengerti kamu ???!!!… “Iya, Boss. Siaappp.” Jawab Bujang.

Setelah beberapa hari berlalu, redaktur atasan si Bujang jatuh sakit. Ia terbaring lemah di pembaringan dirawat oleh sang istri. Tidak lama kemudian datanglah si Bujang dengan dua temannya hendak menjenguk.

Atasan : “Bujang, pergilah dan panggil segera  seorang dokter, biarlah dua temanmu menemaniku di sini.”

Bujang : “Siap, Bos.”

Bujang pun segera pergi mengendarai motornya. Tidak lama kemudian si Bujang sudah kembali bersama seorang dokter dan seorang lelaki setengah baya.

Atasan : “Bujang, aku kan menyuruhmu memanggil seorang dokter. Lalu siapa bapak itu ?”

Bujang : “Minggu lalu Bos kan bilang ke saya. Jika Bos memerintahkan sesuatu maka saya harus menyiapkan juga alternatifnya. Benar kan ?”

Atasan : “Benar. Lalu siapa orang itu ?”

Bujang : “Nah, saya sudah mendatangkan dokter. Jika dokter gagal mengobati Bos, saya juga sudah siapkan alternatifnya.”

Atasan : “Memangnya siapa dia ? tabib ?”

Bujang : “Bukan.”

Atasan : “Lalu siapa ?”

Bujang : “Maaf ya Bos. Jika dokter gagal mengobati Bos, saya juga sudah siapkan…. tukang gali kuburan.”

Begitulah salah satu penggalan dialog dalam buku “Trik Debat si Bujang Cerdik” yang ditulis oleh Harlis Kurniawan Baskar yang diterbitkan oleh ASHA Media Kreativa sebanyak 78 halaman dan berukuran 13 x 19 cm.

Bujang merupakan tokoh imajiner yang sederhana, santun namun kadang nyeleneh, cerdik dan cerdas. Setiap laku dan perkataannya selalu mengundang decak kagum namun juga selalu membuat pusing lawan debatnya.

Kisah si Bujang dalam buku tersebut dibagi kedalam 19 seri, dimana dalam setiap serinya mengisahkan si Bujang  berhadapan dengan berbagai kalangan dalam berdebat, diantaranya Nabi Palsu, Presiden AS, Tokoh Liberal, Gubernur bahkan Orang Atheis. Yang menariknya dari perdebatan si Bujang dengan lawan-lawannya dikisah tersebut, selalu dilakukan dengan cara yang santai dengan argumentasinya yang jenaka dan membuka wawasan serta hikmah yang mendalam bagi pembaca. Sehingga hati terhibur namun juga mencerdaskan. Seperti yang dikatakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA, “Hiburlah hati dan carikan untuknya hiburan-hiburan yang mengandung hikmah, karena sesungguhnya ia juga merasa bosan seperti tubuhnya.”

Rangkaian kisah si Bujang ini dapat dijumpai juga pada karya Harlis Kurniawan yang lain, diantaranya :

  • Jalan Cinta Darussalam
  • Bujang dan Putri Malaka
  • Bujang dan Jendral Portugis
  • Komik si Bujang
  • Komik si Bujang “Kebahagiaan Sang Guru”
  • Bujang & Syaikh Cinta

Bagi yang ingin mendapatkan rangkaian kisah si Bujang atau buku karya Harlis Kurniawan lainnya bisa langsung menghubunginya ke link ini 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s