Padahal “haditsnya” sangat keras !!!

Saat saya sedang memotret disebuah resepsi pernikahan, kebetulan pasangan pengantin berganti pakaian bertepatan dengan waktunya sholat Ashar.  Untuk itulah saya segera memanfaatkannya dengan bergegas ke Musholla yang tidak jauh dari tempat resepsi pernikahan tersebut. Ketika sedang berwudhu disamping Musholla, datanglah seorang lelaki dengan berbaju koko, berkopiah dengan jenggot sudah agak sedikit memutih

Lelaki tersebut kemudian bicara kepada saya, saat itu saya masih menyelempang kamera. “Wahh, ada fotonya juga nih…”, “iya pak…🙂 ” dengan ramah saya merespon. Pada saat itu hanya ada saya yang sedang berwudhu dengan lelaki itu yang baru saja datang untuk berwudhu juga. Namun kemudian lelaki tersebut berkata lagi, “orang sekarang nikah pakai foto-foto, padahal “hadistnya” keras sekali…!”. Mendengar perkataan lelaki tersebut fikiran saya langsung tertuju kepada pemahaman kelompok tertentu dan bercampur aduk dengan ingatan saya tentang hukum dan fatwa-fatwa ulama besar tentang foto dan fotografi. Hati terasa mendidih dengan perkataan lelaki tersebut tapi saya memutuskan untuk tidak menjawab guna menghindari debat masalah seperti ini. Tapi sampai selesai sholat Ashar berjamaah di Musholla tersebut, masih sulit bagi saya untuk mendinginkan hati yang terlajur mendidih dengan pernyataannya yang dikatakan kepada saya.

Setelah pengantin selesai mengganti pakaian, kembalilah saya melakukan tugas pendokumentasian. Beberapa waktu kemudian datanglah lelaki yang sempat berbicara dengan saya tentang masalah ”hadits” yang keras tadi. Bersama istrinya dia memberi ucapan selamat kepada pengantin yang berada dipelaminan, saat itu kembali memori diotak saya teringat akan pembicaraannya di Musholla tadi. Namun hal yang aneh sekaligus lucu bagi saya adalah, kenapa lelaki tersebut datang dengan memakai batik yang bermotifkan burung ???….

Aneh dan Lucu.

Kembali fikiran saya mengingat mengenai hadits tentang dilarangnya gambar dan patung makhluk yang bernyawa yang saya yakin lelaki paruh baya itu maksudkan kepada saya. Lalu saya teringat pula mengenai fatwa ulama besar tentang fotografi yang sesungguhnya berbeda dengan membuat patung dan gambar makhluk yang bernyawa.

Lalu ”hadits”nya yang keras itu untuk foto atau untuk gambar makhluk yang bernyawa ?

Epilog :

Ketika lelaki tersebut sedang memberikan ucapan selamat kepada pengantin dipelaminannya, saya potret lelaki tersebut. Yahhh seandainya dia tahu saya memotretnya, saya berharap dia minta dicetakkan sebagai kenang-kenangannya masuk dalam frame saya atau juga kalau dia punya akun facebook dan dia tahu facebook saya, maka dengan amat teramat senang hati saya upload fotonya dan saya berikan tag difacebooknya lelaki tersebut.

Maaf, gambar ini hanya ilustrasi belaka dan bukanlah baju lelaki tersebut, sehingga tidak bisa dijadikan barang bukti. Bila ada kesamaan motif, warna, tempat, pelaku dan peristiwa, silahkan tertawa saja…

2 thoughts on “Padahal “haditsnya” sangat keras !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s